Thursday, September 15, 2016

The distance between you and me


Mengagumkan.



Seberkas senyum terukir di wajahku, sementara pandangan mataku terkunci pada sesosok yang berada tak jauh dari posisiku. Lelaki itu. Aku memandangnya, membayangkan hal yang dibicarakan dirinya dengan sekelompak temannya di meja bundar itu. Berdiskusikah? Tentang peristiwa terkini di kampus tercinta ini? Atau sekedar membahas ilmu dalam perkuliahan? Mungkinkah sedang rapat? Membahas tentang gebrakan baru yang akan dilakukan di kampus tercinta ini? Atau mungkinkah progres kegiatan yang sudah mereka lakukan selama ini?

Lagi-lagi aku tersenyum. Mengingat hari di mana aku mengenalnya. Hari itu, saat sang mentari sedang bersinar dengan terik dan dirinya berdiri di depan ratusan mahasiswa baru. Aku hanya sedang melintasi jalan setapak lintas fakultas saat itu, kemudian terhenti begitu saja mendengar suaranya. Selama beberapa menit kemudian, aku berdiri dari kejauhan, menatapnya, dan terhanyut dalam rangkaian kata-kata orasinya.

Dan saat itu pula, aku kagum pada sosoknya.

Aku berusaha untuk mengenalnya sejak saat itu. Mencoba mencari tahu informasi tentangnya dan mengikuti beberapa kegiatan yang juga diikutinya. Dan semakin aku mencari tahu tentang sosoknya, semakin aku terpesona akannya.

Ah, tapi mungkin bukan hanya aku saja yang kagum dengannya. Mungkin saja salah satu atau dua mahasiswa baru dalam barisan saat itu juga turut merasakannya. Atau bisa saja teman-teman yang sudah lama mengenalnya? Ya, bukan hanya aku saja.

“Heh, ngeliat apa sih?” Lenganku terasa disikut dan aku segera mengalihkan pandangan. Ah, temanku sudah berdiri di sampingku, menyeruput minuman dingin kesukaannya—yang selalu menjadi alasan untuk mengajaknya berjalan jauh menuju kantin di fakultas lelaki itu.

“Hm? Enggak apa-apa kok. Yuk buruan, kelas jauh banget nih dari sini,”

Aku melangkahkan kaki. Beberapa langkah, kepalaku bergerak untuk melihat sosoknya lagi, terakhir kali di hari ini. Lagi-lagi hari di mana aku hanya bisa terpaku, menyapa namanya jauh terdengar dari indera pendengarannya.


I guess I can never reach you.




#np SHINee - Selene 6.23

0 komentar: