Wednesday, October 19, 2016

20 스무살 二十岁



Officially 20 years old today.


Sesungguhnya beberapa tahun terakhir ini aku jarang sekali menginformasikan kepada dunia, hei hari ini umurku bertambah lho. Karena menurutku, bertambahnya usia bukanlah sesuatu yang seluruh dunia harus tau dan merayakannya bersama-sama. Bukan berarti tidak bersyukur, jelas bersyukur sekali masih diberi raga yang sehat wal afiat hingga detik ini. Ada beberapa alasan klasik di balik semuanya, tapi, sekali lagi, tetap bersyukur dan berterimakasih kepada orang-orang di sekitar yang masih mengingatnya walaupun tanpa kata :)

Tapi... berhubung usia di tahun ini terkesan berbeda, jadi mari diselebrasikan dengan beberapa paragraf ini. Hehe.

Menginjak ke usia duapuluh sebagai seseorang di antara milyaran kepala yang memenuhi tempat di muka bumi, mungkin menjadi bagian dari manusia-manusia yang masih kurang berfaedah dan bermanfaat bagi dunia, serta seseorang yang akan meninggalkan dunia ini kelak—entah kapan, sungguh aku bersyukur sekali akan nikmat-nikmat yang tak henti-henti diberikan-Nya. Terlalu banyak hal-hal kecil yang bisa disyukuri atas pemberian Tuhan, menjadi seorang remaja tanggung menuju dewasa yang masih bisa mengicipi bangku pendidikan hingga jenjang kuliah, masih diberikan waktu untuk bercengkrama dengan teman, mengerjakan tugas kuliah, sekedar berorganisasi atau berkomunitas, sekedar melakukan me-time, ataupun untuk mengerjakan kegiatan sehari-hari dengan normal dan baik.

Menginjak ke usia duapuluh, sesungguhnya menyadarkanku bahwa banyak hal-hal yang aku lalui begitu saja hingga detik ini. Banyak sesuatu yang aku enggak lakukan hingga usia dua puluh. Terlalu banyak mimpi dan angan yang hanya bisa terkubur di dalam pikiran tanpa sempat terealisasikan, terlalu banyak kegiatan yang hanya sekedar menjadi wacana hingga detik ini, terlalu banyak... those regrets back then.

Seseorang pernah berkata padaku, menjadi lebih tua itu pasti dan menjadi dewasa adalah sebuah kewajiban setiap orang. Dengan usia yang jelas sudah tidak muda, sudah seharusnya ada pencapaian dalam hidup yang mulai segera dirajut dan direalisasikan. Perkataannya itu masih terus terngiang di pikiran, hingga detik ini. Pencapaian hidup apa yang hendak aku jalani? Apakah hidup yang aku jalani hingga detik ini sudah berada di jalan yang tepat? Apakah segala hal yang aku lakukan sekarang dapat membantu meraih pencapaian itu? Dan yang terpenting adalah... apakah aku sudah cukup dewasa? Di usia yang seperti ini?

Terkadang aku berpikir, bahwa usia bukanlah patokan tingkat kedewasaan seseorang. Beberapa fakta di lapangan juga terkadang menunjukkan bahwa ada orang-orang yang secara usia jelas lebih tua dari kita, tapi tingkat kedewasaannya mungkin kurang mencerminkan usiannya. Tapi kemudian terbersit... bukankah semakin bertambahnya usia berarti semakin bertambahnya pengalaman hidup yang jelas akan menempa diri kita serta kedewasaan bukan?

Bahkan hingga detik ini pun terkadang aku merasa masih terombang-ambing.

Seseorang juga pernah mengatakan padaku, bahwa waktu itu pencemburu. Ia akan terus berusaha berjalan meninggalkan kita yang terlalu sibuk bergumul dengan kesibukan masing-masing. Hingga terkadang kita tidak sadar, kita sudah tertinggalkan oleh waktu begitu jauh. Mempertanyakan apakah yang kita kerjakan sebelumnya sudah cukup baik? Kemudian kembali berkejar-kejaran dengan waktu—yang terus berjalan dan tak ingin menoleh.

Jujur saja, aku merasa selama bertahun-tahun sudah membuang-buang waktu dan tenaga, melewatkan begitu banyak kesempatan, dan terlalu sibuk mengurung diri di dalam kenyamanan tempurung. Dan aku baru saja memulai untuk berkenalan dengan banyak orang, mencoba menantang diri sendiri dengan mencoba mengikuti berbagai kegiatan, belajar menjadi lebih terbuka. Berusaha mengejar semua penyesalan yang pernah aku lewatkan begitu saja. Membangun segala motivasi untuk dijalani. Sempat muncul ketakutan, gimana kalau aku akan terjatuh lagi seperti yang dulu? Tapi kemudian berusaha mencari solusinya sendiri. Bercengkrama dengan banyak orang sepuasnya dan menemukan waktu me-recharger diri seharian sepuasnya pula. It works for me. Ya, sebenernya ngerasa agak terlambat juga sih, kenapa baru memulainya sekarang, kenapa baru merasa kuatnya sekarang, but I’ll try to do as well as I could.

Dan, ya, orang-orang mengatakan bahwa di usia 20an adalah tahapan quarter life crisis. Fase di mana kita merasa galau akan kehidupan, ngerasa khawatir, enggak pasti akan hidup yang sedang dijalani, ngerasa... hilang. Fase di mana usia kita memasuki the real world, di mana segalanya mungkin menjadi turning point of life. Enggak harus 20an sih, intinya bisa saja terjadi saat mengalami transformasi menjadi orang dewasa.

Tapi ya... entahlah. Masih banyak chapters of life yang akan aku jalani, masih banyak cerita-cerita yang akan aku alami, berbagai kisah jatuh dan bangkit lagi, bahkan tentang perasaan-perasaan yang ephemera. Mungkin kelak lima tahun lagi, atau sepuluh tahun lagi, aku menjadi sosok yang lebih bijaksana, terbuka, dan lebih open minded, karena tempaan pengalaman hidup yang lebih berat dan menuntut ketenangan berpikir. Atau mungkin justru menjadi sosok yang masa bodoh dengan perkembangan dunia, let it flow aja dan justru pesimistis? Menjadi lebih muslimah dan alim seperti yang aku idam-idamkan di usia saat ini? Ya... bisa aja beneran taaruf sama seorang ustadz, mungkin?

Well, who knows?

Terpenting adalah, semoga menginjak kepala dua ini, aku bisa belajar lebih banyak lagi akan kehidupan. Berkurang sikap masa bodohnya dengan dunia. Menjadi manusia yang bermanfaat karena sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang bermanfaat bagi orang lain. Dan... ingatlah bahwa perasaan itu terkadang hanyalah ephemera, sebelum kamu menemukan yang sejati. Silahkan jatuh, tapi jangan lupa bangkit lagi. ((woy ini kenapa galau dah :’))))



And, yes, this is me, still trying to be a better person. I was learning, I am learning, and I will learn to be a better person.




Cheers!




And suddenly I feel so afraid of the void
These mixed feelings with my life on the line
I pretend to be careless
This isn’t the first time, I better get used to it


Trying to comfort myself
I tell myself the world can’t be perfect
I start to let myself go


Forever we are young
Under the flower petals raining down
I run, so lost in this maze
Forever we are young
Even when I fall and hurt myself
I keep running toward my dream


#np BTS - Epilogue: Young Forever 

0 komentar: